Senin, 02 Desember 2013

Pengakuan: diterima??

Standard
Malam yang sendu, hujan lebat sekali. sungguh lega sekali sekian jam ku tunggui hujan akhirnya berjatuhan juga. sore itu ku mendapat pengakuan dari dia, orang yang akhir-akhir ini merusak ketenanganku. Alhamdulillah, sepedih apapun dan sebagus apapun pengakuan dan penjelasan dari dia, ku terima dengan lapang, itulah hak dia untuk menjelaskan, ku coba menguatkan hati.
Dia menguraikan panjang lebar keistemewaan-keistimewaan dari pasangannya, seperti seorang bidadari dalam sebuah dongeng. Semoga langgeng, hanya itu do'aku kepada kalian.

Keikhlasan itu tidak bisa langsung, mengIYAkan apa yang diambil orang dari sisinya. sama halnya dengan kehilangan seseorang yang kita sayang tidak serta merta kita langsung ikhlas jika kehilangannya. Butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini. Lebih baik aku mengetahui sekarang daripada aku baru mengetahui besssok, malah itu lebih menyakitkan. Terima kasih Ya Allah.

Kasih sayang dari 1 orang hilang datanglah berjuta -juta kasih sayang dari orang lain. Tak pernah ku bersedih meratapi semua. tapi bagaimana ku  meminimalisisr kesedihanku dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

0 komentar:

Posting Komentar